HUBUNGAN MOBILISASI DINI DENGAN KESEMBUHAN LUKA PADA PASIEN PASCA LAPARATOMY DI RSUD dr. LOEKMONOHADI KUDUS

Authors

  • Y Yulisetyaningrum Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Endang Prihatiningsih Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Tri Suwarto Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Sri Budiani Universitas Muhammadiyah Kudus

Keywords:

Mobilisasi Dini, Kesembuhan Luka, Laparatomi

Abstract

Latar Belakang : Mobilisasi dini merupakan kebijakan untuk secepat mungkin membimbing penderita turun dari tempat tidur dan berjalan. Mobilisasi dini dapat menunjang proses penyembuhan luka pasien karena dengan menggerakkan anggota badan akan mencegah kekakuan otot dan sendi, sehingga dapat mengurangi nyeri dan dapat memperlancar peredaran darah ke bagian yang mengalami perlukaan agar proses penyembuhan luka menjadi lebih cepat. Tatalaksana ini adalah salah satu faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka pasca pembedahan serta dapat mengurangi risiko komplikasi. Tujuan : mengetahui hubungan mobilisasi dini dengan kesembuhan luka pada pasien pasca operasi laparatomi di RSUD dr. Loekmonohadi Kudus. Metode : Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang dilakukan operasi laparatomi di RSUD dr. Loekmonohadi Kudus. Teknik sampling dengan aksidental sampling sehingga besar sampel adalah 42 orang. Analisis data dengan uji Chi Square. Hasil : Ada hubungan mobilisasi dini dengan kesembuhan luka pada pasien pasca operasi laparatomi di RSUD dr. Loekmonohadi Kudus karena nilai p (0.000) < 0.05.

References

[1] Anggraeni, Reni. 2018. Pengaruh Penyuluhan Manfaat Mobilisasi Dini Terhadap Pelaksanaan Mobilisasi Dini Pada Pasien Pasca Pembedahan Laparatomi. Jurnal Ilmiah Indonesia – ISSN : 2541-0849. e-ISSN : 2548-1398. Vol. 3, No 2 Februari 2018.
[2] Arifin, Dahlia. 2010. Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Lama Hari Rawat Pasien Post Operasi Laparatomi di RSU Haji Makassar.
[3] Arikunto, Suharsimi. 2012. Prosedur Penelitian Suatu Pendektan Praktek. Edisi revisi IV. Rineka cipta, Jakarta.
[4] Dahlan, Sofiudin. 2012. Statistika Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Edisi 3. Jakarta. Arkans.
[5] Data RSUD dr. Loekmonohadi Kudus.
[6] Dharma, Kusuma Kelana. 2011. Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta. Trans Infomedia.
[7] Ditya, Wira. 2016. Hubungan Mobilisasi Dini dengan Proses Penyembuhan Luka pada Pasien Post Laparatomi. https://www.jurnal.fk.unand.ac.id
[8] Encyclopedia of Surgery. 2012. Laparotomy, exploratory, http:googlebook.com
[9] Gusty, Reny P. 2011. Pengaruh Mobilisasi Dini Pasien Pasca Operasi Abdomen Terhadap Penyembuhan Luka Dan Fungsi Pernafasan. http://ners.fkep.unand.ac.id/
[10] Harhoruw, Marisca. 2015. Hubungan Motivasi Perawat Dengan Kemampuan Mobilisasi Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Di Ruangan Melati RS. Tk. III R.W. Mongisidi Manado. eJournal Keperawatan (e-Kp) Vol. 3 No. 2015.
[11] Hidayat, A. Aziz Alimul. 2013. Riset Keperawatan & Teknik Penulisan Ilmiah. Ed. 01. Jakarta: Salemba Medika.
[12] Hidayat, A. Aziz. 2012. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep Dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
[13] Isrofi J. 2012. Pengaruh mobilisasi dini latihan duduk terhadap peningkatan motilitas usus pada pasien pasca bedah dengan general anastesi di RSI Jemursari (skripsi). Surabaya: Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga.
[14] Kasdu. 2015. Mobilisasi Pasca Laparatomi.
[15] InETNA (Indonesia Enterostomal Therapy Nurse Association). 2014. Perawatan Luka. Makalah Mandiri, Jakarta.
[16] Kemenkes RI. 2013. Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013. http://kemkes.go.id/resources/download/pusdatin.pdf.
[17] Kozier, B., 2011. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: konsep, proses, dan praktik. Vol 2, Edisi 7. Volume 2.(Wahyuningsih,E, Yulianti,D, Yuningsih,Y, Lusyana, A, alih bahasa). Jakarta: EGC.
[18] Kristiantari. 2009. Masalah Post Operasi Laparatomi. http://jurnalkesehatan.com.
[19] Kusumayanti. 2014. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Lamanya Perawatan Pada Pasien Pasca Operasi Laparatomi Di Instalasi Rawat Inap B RSU Tabanan.
[20] Mahfoedz, Irham. 2015. Metodologi Penelitian Kesehatan. Fitramaya. Yogjakarta.
[21] Majid, Abdul, Judha M, Istianah U. 2011. Keperawatan Perioperatif. Yogyakarta: Gosyen Publishing.
[22] Muttaqin, Arif & Sari. 2011. Askep Gangguan Integumen. Salemba Medika. Jakarta.
[23] Netty, Indarmien. 2012. Hubungan Mobilisasi Dini Dengan Penyembuhan Luka Post Operasi Seksio Sesarea Di Ruang Rawat Gabung Kebidanan RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Tahun 2012. ISSN:0852-8349. Volume 15, Nomor 1, Hal. 59-70 ISSN:0852-8349. Januari – Juni 2013.
[24] Noer NA. 2014. Faktor yang berhubungan dengan lama hari rawat pada pasien pasca operasi laparatomi di rumah sakit umum daerah Labuang Baji Makassar. https://app.box.com/s/83103e737c60e4bb29c9
[25] Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Kesehatan Masyarakat. Rineka Cipta. Jakarta.
[26] Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta, Jakarta.
[27] Nursalam. 2013. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan; Pedomon Skripsi Tesis Dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Edisi I. Penerbit Salemba Medika, Jakarta.
[28] Potter & Perry. 2010. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Volume 2, EGC, Jakarta.
[29] Rustianawati, Y. 2013. Efektivitas Ambulasi Dini Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Laparatomi di RSUD Kudus.
[30] Smeltzer.S.C. & Bare.B.G., 2010. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & suddarth, Volume 1 Edisi 8. Jakarta : EGC.
[31] Solikin. 2014. Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan

Downloads

Published

2021-05-27

How to Cite

Yulisetyaningrum, Y., Prihatiningsih, E., Suwarto, T., & Budiani, S. (2021). HUBUNGAN MOBILISASI DINI DENGAN KESEMBUHAN LUKA PADA PASIEN PASCA LAPARATOMY DI RSUD dr. LOEKMONOHADI KUDUS. Prosiding University Research Colloquium, 269–275. Retrieved from http://repository.urecol.org/index.php/proceeding/article/view/1408