Efek Pemberian Aromaterapi Jeruk Masam terhadap Intensitas Nyeri pasca Bedah Sesar

  • S Sulastri STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta
  • Mae Sri Hartati Wahyuningsih Universitas Gadjah Mada
  • Elsi Dwi Hapsari Universitas Gadjah Mada
Keywords: SC, nyeri, aromaterapi Jeruk Masam

Abstract

Tindakan SC dapat menyebabkan nyeri dan
mengakibatkan terjadinya perubahan kontinuitas jaringan karena
adanya pembedahan. Dampak nyeri terhadap ibu, yaitu terbatasnya
ADL, bonding attachment dan mobilisasi karena adanya peningkatan
intensitas nyeri apabila ibu bergerak. Dampak nyeri terhadap bayi
yaitu dalam pemberian ASI, dan kurangnya perawatan bayi yang
dilakukan oleh ibunya. Manajemen non farmakologi yang biasa
digunakan salah satunya adalah dengan menggunakan aromaterapi.
Tujuan: Mengetahui efek antara aromaterapi Jeruk Masam terhadap
intensitas nyeri pasca SC di RSUI YAKSSI Gemolong. Metode:
Rancangan penelitian quasi experiment dengan pendekatan pre-test
dan post-test with control group. Waktu pengambilan data Agustus-
Oktober 2015 di RSUI Yakssi Gemolong Sragen Jawa Tengah.
Populasi dalam penelitian ini adalah ibu pasca SC di Rumah Sakit
Umum Islam (RSUI) Yakssi Gemolong pada bulan Agustus-Oktober
2015 sejumlah 97 orang. Sampel sejumlah 34. Teknik sampling
dengan consecutive sampling. Variabel independen yaitu Jeruk
Masam, variabel dependen yaitu penurunan intensitas nyeri pasca
SC. Instrumen yang digunakan Numerical Rating Scale. Analisis data
menggunakan Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil: Intensitas
nyeri sebelum dan sesudah intervensi 6,00±1,044 vs 4,91±1,379,
P=0,00. Penurunan nyeri 1,09. Ada perbedaan yang signifikan
antara nyeri sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi jeruk
masam. Kesimpulan: Aromaterapi Jeruk Masam mempunyai efek
dalam menurunkan intensitas nyeri pasca SC.

References

Anggorowati. (2007). Efektifitas Pemberian Intervensi Spiritual”Spirit Ibu” Terhadap Nyeri
Post Section Caesarean (SC) pada Rumah Sakit Sultan Agung dan Rumah Sakit
Roemani Semarang. Jurnal Media Ners Vol I. No I, Tahun 2007: 10-15.
Astuti, W. (2015). Pengaruh Aromaterapi Bitter Orange Terhadap Nyeri Dan Kecemasan Fase
Aktif Kala 1. The 2nd University Research Coloquium 2015 ISSN 2407-9189.
Bobak, Irene. M., Lowdermilk, D.L., Jensen, M.D. (2004). Buku ajar keperawatan maternitas
/maternity nursing. Alih Bahasa Maria A. Wijayanti. Peter I. Anugerah, edisi 4. Jakarta:
EGC.
Carvalho, Freitas M.I., Costa M. (2006). Anxiolytic and sedative effects of extracts and essential
oil from Citrus aurantium L. Biol Pharm Bull, 2006;25:1629-1633.
Fakari, F.R, Chehr, M.T., Mortazavi, H, Kamali, H and Tayebi, V. (2013). The effects of
aromatherapy on pain of labor in nulliparous women. J. North Khorasan Univ.Med.
Sci. (2013) 5: 363-370.
Harsono. (2009). Kapita Selekta Neurologis Edisi Kedua. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press
Huck, B. (2010). Aromatherapy Science: A guide for health care profesionalis London. United
kingdom: Pharmaceutical press
Jaelani. (2009). Aroma Terapi. Edisi 1. Jakarta: pustaka populer Obor.
Kuriyama, H., Watanabe, S., Nakaya, T., Kita, M. (2005). Imunological and Psychological
Benefits of Aromateraphy Massage. Oxford Journals page 1 of 6 Published by Oxford
University Press [Accessed 20 November 2013].
Koensoemardiyah. (2009). Aromaterapi untuk Kesehatan, Kebugaran dan Kecantikan.
Yogyakarta: Lily publisher Andi Offset.
Mackinnon. (2004). Aromatherapy a Practical Approach. United Kingdom: Scotprint.
Maifrisco. (2008). Pengaruh Aromaterapi Terhadap Stress Mahasiswa. Available from URL:
www.indoskripsi.com [Accessed 10 Agustus 2013]
Makhoul, S., Bakkour, Y., Nakat, H.E., Omar, F.E. (2012). The Lebanese Citrus aurantium: A
Promising Future in Medicinal Phytochemistry. Journal of Pharmacognosy and
Phytochemistry ISSN 2278- 4136 ZDB-Number: 2668735-5 IC Journal No: 8192
Volume 1 Issue 4 Online Available at: www.phytojournal.com
Mitayani. (2009). Asuhan Keperawatan Maternitas. Jakarta: Salemba Medika.
Mulyawati, I., M. Azam, D.N. A. Ningrum. (2011). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan
Tindakan Persalinan melalui Operasi Sectio Caesarea. Jurnal Kesehatan
Masyarakat.Vol 7, No. 1 : 15-24
Namazi, M., Akbari, S.A.A., Mojab, F., Talebi, A., Majd.H.A., Jannesari, S. (2014). Effects of
Citrus Aurantium (Bitter Orange) on the Severity of First-Stage Labor Pain. Iranian
Journal of Pharmaceutical Research (2014), 13 (3): 1011-1018 Received: January
2014. Accepted: May 2014.
O’Flaherty, L.A., Van Dijk, M, Albertyn, R., Millar, A and Rode, H. Aromatherapy massage
seems to enhance relaxation in children with burns: An observational pilot study. Burns
(2012) 12: 145-150.
Ozgoli G, Esmaeili, S and Nasiri, N. The effectoral of orange peel on the severity of symptoms
of premenstrual syndrome, double-blind, placebo- controlled clinical trial. J. Reprod.
Fertil. (2011) 12:123-129.
Parry, (2013). What Is Aromaterapy. http://www.menstruation.com.au/contributors/
aromatherapy.html. diakses tanggal 10 Mei 2014.
Perez, C. (2003). Clinical Aromatherapy Part:I An Introduction Into Nursing Practice. Clinical
Journal Of Oncology Nursing Volume 7, Number 5, [Accessed 16 November 2013]
Prawiroharjo, S. (2009). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Sawamura, M., Son, U.S., Choi, H.S. (2004). Compositional changes in commercial lemon
essential oil for aromatherapy. Int, J. Aromather. 14: 27-36.
Sulistyowati, Dina Indrati Dyah. (2009). Efektifitas Terapi Aroma Lavender terhadap Tingkat
Nyeri dan Kecemasan Persalinan Primipara Kala I di Rumah Sakit dan Klinik Bersalin
Purwokerto.
Suryati, T. (2012). (Analisis Lanjut Data Riskedas 2010) Persentase Operasi Caesarea di
Indonesia Melebihi Standard Maksimal, Apakah Sesuai Indikasi Medis?.Out Put File-ejournal
Badan Penelitian dan Pengembangan.http://www.gogle.com/fe
journal.litbang.depkes.go.id Di akses tanggal 07 November 2012 Jam 22.00 WITA.
Whalley. (2008). Panduan Lengkap Kehamilan, Melahirkan, dan Bayi, edisi revisi. Jakarta:
Arcan.
Yip YB and Tam ACY. An experimental study on the effectiveness of massage with aromatic
ginger and orange essential oil for moderate-to-severe knee pain among the elderly in
Hong Kong. Complement. Ther.Med. (2008) 16: 131-138.
Published
2018-02-21