STUDI DESKRIPTIF KOMPETENSI GURU DALAM PELAKSANAAN STIMULASI, DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) ANAK DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) PIMPINAN CABANG AISYIYAH (PCA) PEKAJANGAN

  • Neti Mustikawati Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Aisyah Dzil Kamilah Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Keywords: Kompetensi, Pendidikan anak usia dini (PAUD), Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK)

Abstract

Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Anak merupakan salah satu upaya pemerintah guna meningkatkan kesehatan anak.bagi anak usia 0-72 bulan. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu tempat dimana SDIDTK ini dapat dilaksanakan dengan memberdayakan guru sebagai tenaga pelaksana dengan pendampingan dari petugas kesehatan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan didapatkan informasi tentang sebagian besar guru yang belum mendapatkan informasi tentang SDIDTK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kompetensi guru dalam pelaksanaan stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) anak di lingkungan pendidikan anak usia dini (PAUD) pimpinan cabang aisyiyah (PCA) Pekajangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Sampel diambil dengan menggunakan tehnik total sampling dengan besar sampel sebanyak 33 responden Analisis data menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang SDIDTK (58%) dan 42% responden memiliki pengetahuan baik tentang SDIDTK. Semua responden memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan pengukuran berat badan (100%). Sebagian besar responden juga memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan pengukuran tinggi badan (94%). Sebagian besar responden masih memiliki kemampuan yang kurang dalam melakukan pengukuran panjang badan (91%) dan juga dalam melakukan deteksi KPSP (85%). Saran bagi pengelola institusi PAUD dan instansi pemerintah terkait agar dapat menindaklanjuti dari hasil penelitian ini dengan mengembangkan berbagai upaya guna menunjang peningkatan kompetensi tenaga pendidik PAUD dalam pelaksanaan SDIDTK melalui kegiatan pelatihan.

References

1. Dharma, K.K. (2011). Metodologi penelitian keperawatan: Pedoman melaksanakan dan menerapkan hasil penelitian. Jakarta: Trans Info Medika.
2. Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, 2014. Profil Kesehatan Kabupaten Pekalongan Tahun 2014. Semarang Diunduh tanggal 3 Mei 2017 dari http://www.depkes.go.id
3. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2015. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015. Semarang Diunduh tanggal 3 Mei 2017 dari http://www.dinkesjatengprov.go.id
4. Hastono, P.S. (2007). Analisis data kesehatan. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
5. Kementerian Kesehatan RI. (2010). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Dasar. Jakarta.
6. Kementerian Kesehatan RI. (2013). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Dasar. Jakarta.
7. Kementerian Kesehatan RI. (2016). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Dasar. Jakarta.
8. Kementerian Kesehatan RI. (2016). Profil Kesehatan Indonesai Tahun 2015. Jakarta. Diunduh tanggal 3 Mei 2017 dari http://www.kemkes.go.id
9. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Pemantauan Pertumbuhan, Perkembangan, dan Gangguan Tumbuh Kembang Anak
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini
11. http://www.aisyiyah.or.id/
Published
2020-12-15