Peran Kader Kesehatan Masyarakat terhadap Resiliensi Remaja Melahirkan di Kecamatan Pakis

  • Sri Margowati Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Sambodo Sriadi Pinilih Universitas Muhammadiyah Magelang
Keywords: Kader kesehatan masyarakat, Remaja, Resiliensi

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran kader kesehatan masyarakat
dalam membantu remaja melahirkan menjalani kehidupannya. Kemampuan
dan aktivitas kader dilakukan secara terencana melalui arahan bidan desa.
Terpilih 11 Desa dari 20 desa yang ada di wilayah kecamatan Pakis
didasarkan pada kasus remaja melahirkan > 10 kasus pada desa tersebut.
Batasan usia melahirkan remaja dalam penelitian ini adalah perempuan usia
< 20 tahun didasarkan bahwa kehamilan dan persalinan dengan resiko tinggi
(risti) terjadi pada perempuan usia < 20 tahun dan > 35 tahun. Informasi
diperoleh melalui kuesioner untuk mengukur kemampuan umum kader dalam
memberikan layanan kesehatan dan pengembangan masyarakat dan
kemampuan dalam kasus remaja melahirkan serta wawancara mendalam.
Peran kader diukur sebelum dan sesudah dilakukan wawancara mendalam
dalam jeda waktu satu minggu. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas kader
dalam memberikan motivasi, memantau kesehatan ibu dan anak serta
kerjasama mempunyai selisih frekwensi (d) dengan nilai negatif. Uji non
parametrik Mann-Whitney menunjukan nilai p 0,027 terdapat hubungan
bermakna pada pengukuran pre-post, dimana terjadi perubahan peran kader
dalam memberikan layanan kesehatan dan pengembangan masyarakat di
wilayah tersebut. Hasil pengukuran terhadap kasus remaja melahirkan
diperoleh hasil memberikan bimbingan, lindungan dan arahan dihasilkan
selisih frekeunsi (d) dengan nilai negatif pada pemberian bimbingan dan
lindungan, sedangkan dalam memberikan arahan memiliki nilai positif. Uji t
dengan nilai p:0,081 tidak terdapat signifikasi yang bermakna aktivitas kader
tidak menunjukkan perubahan sebelum dan sesudah pengukuran. Perubahan
yang nampak terdapat pada aktivitas kader dalam memberi arahan terhadap
remaja melahirkan (positif) bekerjasama dengan pihak lain seperti sekolah,
Puskesmas, organisasi remaja menunjukkan upaya kader untuk lebih
mendewasakan usia kehamilan dan persalinan. Wawancara mendalam
diperoleh anggapan kader terhadap kasus kehamilan dan persalinan di usia
dini disebabkan karena budaya atau tradisi masyarakat setempat
menganggap usia dan pendidikan pada anak perempuan dianggap cukup
setelah lulus SLTP (16 tahun). Selain itu remaja yang mengalami kehamilan
dan persalinan dianggap sebagai masalah privasi keluarga. Peran dan
aktivitas kader cukup positif. Pengembangan masyarakat seperti memberikan
bimbingan, perlindungan pada remaja melahirkan belum menjadi prioritas
sehingga resiliensi remaja masih perlu ditingkatkan.

References

Depkes RI, 2010. Buku Pegangan Kader Desa Siaga Aktif, Jakarta. Depkes RI
Eitzen, Stanlen D. (1986), Social Problems, Allyn and Bacon inc, Boston, Sydney, Toronto.
Elisabet Setya Asih W, (2009). Personal Dan Sosial Yang Mempengaruhi Sikap Remaja
TerhadapHubungan Seks Pranikah, Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 4/No.
2/Agustus 2009
http://indonesiaunicef.blogspot.co.id/2015/08/masa-kecil-yang-tercuri-pengantin-anak.html
Hurlock,E.B. (1997) Psikologi Perkembang an. Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang
Kehidupan. Terjemahan. Jakarta: Erlangga
Iin Rosita, 2012. Macam dan Peran Kader. diakses 15 Mei 2016
http://iinrosita.wordpress.com/2012/01/14/peran-kader-kesehatan
Murdijana.D,Wijayanto.KehamilanTak Dikehendaki di Kalangan Remaja (Unwanted
Pregnancy among Adolescents). Research Report Yogyakarta: Centerfor Population
Studies, Gadjah Mada University, 1997.
Nasrul, Effendy. 1998. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC.
Notoatmodjo, S 2003, Ilmu kesehatan masyarakat : Prinsip-prinsip dasar cetakan kedua, PT
Rineka Cipta, Jakarta.
Papalia, D.E., Olds, S.W., & Feldman, R.D. (2009). Human Development: Perkembangan
Manusia Edis 10 Jilid 2. Jakarta: Salemba Humanika
Reivich,K & Shatte,A. (2012) The Resilince Factor. 7Essential Skill for Overcoming Life’s
InevitableObstacle. New York: Random House, Inc
Santrock, J.W.(2007). Remaja. edisi kesebelas.: Erlangga. Jakarta
Soerjono, Soekanto, (1988), Sosiologi Penyimpangan, Rajawali, Jakarta.
UNICEF Indonesia Nick Baker, Communication and Knowledge Management Officer
http://indonesiaunicef.blogspot.co.id/2015/08/perkawinan-anak-menjadi-perhatian.html
WHO, alih bahasa dr. Adi Heru S, MSc. (1995) Kader Kesehatan Masyarakat, Penerbit Buku
Kedokteran EGC. Jakarta ISBN 979-448-202-1
Published
2018-02-21