EFEKTIVITAS METODE CERAMAH DENGAN DAN TANPA MODIFIKASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI POSBINDU PIKBO DESA BLONDO 2020

  • Riska Amalia Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Enik Suhuariyanti Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Sri Margowati Universitas Muhammadiyah Magelang
Keywords: Remaja; Seksualitas; Infeksi Menular Seksual; NAPZA; Metode Edukasi

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak ke masa
dewasa yang diiringi berbagai masalah yang kompleks seperti
seksualitas, terinfeksi penyakit menular seksual (HIV dan AIDS),
serta penyalahgunaan NAPZA. Banyak remaja Indonesia yang
mencari informasi terkait kesehatan reproduksi melalui teman
sebaya, internet, pacar, dan majalah sehingga menyebabkan remaja
masih minim pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Tujuan dari
penelitian ini yaitu mengetahui efektivitas metode ceramah dengan
dan tanpa modifikasi terhadap pengetahuan dan sikap kesehatan
reproduksi pada remaja. Jenis penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif qusi eksperiment dengan rancangan two group pretest
posttest with control design dengan sampel 68 responden. Instrumen
yang digunakan adalah kuesioner tentang pengetahuan dan sikap
kesehatan reproduksi. Data diolah dengan uji Wilcoxon dan uji
Mann Whitney. Hasil penelitian : menunjukan bahwa perbedaan
rata-rata pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi pada
kelompok intervensi dan kelompok kontrol yaitu 3.00 dan 2.82.
Sedangkan perbedaan rata-rata sikap remaja tentang kesehatan
reproduksi pada kelompok intervensi dan kontrol yaitu 3,00 dan 2,52.
Berdasarkan uji Mann-Whitney Test pengetahuan dan sikap
diketahui nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0.011 dan 0.000 dimana
p value < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan antara pengetahuan
dan sikap pada kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan :
Sehingga dapat dikatakan bahwa metode ceramah yang dimodifikasi
metode simulasi dan buzz group lebih efektif untuk meningkatkan
pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi
dibandingkan dengan metode ceramah. Saran : dapat dijadikan
dasar penelitian selanjutnya yaitu penerapan metode edukasi yang
dimodifikasi dalam kondisi normal atau mengkombinasikan dengan
metode lainnya yang bisa dilakukan secara online maupun offline.

Published
2020-12-15