Faktor Eksternal Tingkat Stres Mahasiswa Keperawatan dalam Adaptasi Proses Pembelajaran

  • Ike Mardiati A STIKES Muhammadiyah Gombong
  • Fatkhulhq Hidayatullah STIKES Muhammadiyah Gombong
  • Cokro Aminoto STIKES Muhammadiyah Gombong
Keywords: Kendall Tau, Relasi teman, stres mahasiswa, Adaptasi, Proses Pembelajaran

Abstract

Memasuki dunia kuliah merupakan suatu perubahan besar pada hidup
seorang siswa termasuk transisi dari seorang senior di Sekolah
Menengah Atas (SMA) menjadi orang yang baru di perguruan tinggi.
Stres tertinggi dialami oleh mahasiswa tahun pertama. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui faktor eksternal yang mempengaruhi
tingkat stres mahasiswa S1 Keperawatan semester II dalam adaptasi
proses pembelajaran. Data diolah menggunakan uji Kendall Tau dan
regresi logistik pada 63 mahasiswa dengan pengambilan sampel simple
random sampling.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1)tingkat stres
pada mahasiswa S1 Keperawatan semester II Stikes Muhammadiyah
Gombong adalah 36 (57%) tidak stres, 12 (19%) stres ringan, 13 (21%)
stres sedang dan 2 (3%) stres berat. Eksternal faktor tingkat stres
mahasiswa dalam adaptasi proses pembelajaran yaitu (1) Tugas-tugas
kuliah tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat stres
dengan p-value 0,229 (>0,05). (2) Cara dosen mengajar mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap tingkat stres dengan p-value 0,037
(< 0,05). (3) Jadwal perkuliahan mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap tingkat stres dengan p-value 0,041 (<0,05). (4) Relasi teman
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat stres dengan pvalue
0,039 (<0,05). (5) Keuangan tidak mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap tingkat stres dengan p-value 0,421 (>0,05). (6)
Eksternal Faktor yang paling dominan pada tingkat stres mahasiswa
dalam adaptasi proses pembelajaran adalah relasi teman ditunjukan
dengan hasil analisis regresi logistik paling tinggi dibandingkan
variabel yang lain dengan nilai OR = 2.769. Penelitian ini dapat
digunakan untuk mengetahui penyebab tingkat stres mahasiswa.

References

Ahmadi & Soleh. (2005). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Rineka Cipta.
Agoes, A dkk.(2003). Teoridan Manajemen Stress (Kontemporerdan Islam). Malang:Taroda
Artanti, Dian Dwi. (2015). Stres Akademik.http://diandwiartanti.blogs.uny.ac.id/2015/11/26/streakademik/.
Diakses tanggal 22 Jan 2017 20.07 WIB
Buku Pedoman Universitas Diponegoro tahun 2004-2005. Semarang: badan penerbit
Universitas Diponegoro.
Carolin. (2010). Gambaran Tingkat Stres pada Mahasiswa Pendidikan Sarjana Kedokteran
Universitas Sumatera Utar. http://repository.usu.ac.id/hand e/ 123456789/25590.
Diakses tanggal 26 November 2016.
Corey, Gerald. 2005. Teoridanpraktek darikonselingdanpsikoterapi. Terjemahan oleh E.
Koeswara. Jakarta: ERESCO
Crowford, John R., dan Julie D. henry. (2013). The Depression Anxiety Stress Scales DASS):
Normative Data and Latent Structure in a Large Non ClinicalSample. British Journal
Of Clinical Psychology vol. 42. Thebritish psychological society.
E. Agolla and Henry Ongori. (2009). An assessment of academic stress among undergraduate
students: The case of University of Botswana.
Gunawati, R.,Hartati, S.,Listiara, A. (2006).HubunganAntara Efektifitas Komunikasi
Mahasiswa Dosen Pembimbing Utama Skripsi dengan Stres dalamMenyusunSkripsi
Pada Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran UNDIP.
Hanurawan, F. Dan yosep (2010). Psikologi social. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hardjana,
A. M. (1994). Stress Tanpa Distress : Seni Mengolah Stress. Yogyakarta: Kanisius.
Hartaji, Damar A. (2012). Motivasi Berprestasi Pada Mahasiswa yang Berkuliah Dengan
Jurusan Pilihan Orangtua. Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma.
Jeffrey S. Nevid. Spencer A. Rathus. Beverly Greene. (2002). Psikologi Abnormal.
Jakarta:Erlangga.
Keliat, Budi Anna. Panjaitan, Ria Utami dan Helena, Novy. (2005). Proses Keperawatan
Kesehatan Jiwa(Edisi 2). Jakarta: EGC
Published
2018-02-21