Program Day Care di Kelompok Gelimas Jiwo untuk Meningkatkan Produktifitas Kerja dan Kemampuan Sosial Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

  • Shanti Wardaningsih Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Warih Andan Puspitosari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Keywords: Day Care;, Produktifitas Kerja;, Kemampuan Sosial;, ODGJ;, Rehabilitasi;

Abstract

Gangguan jiwa menjadi beban produktivitas paling besar diantara penyakit-penyakit lain di dunia. Gejala-gejala yang dialami oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), lamanya ODGJ sakit dan tidak adekuatnya pengobatan, menyebabkan ODGJ mengalami penurunan baik fungsi personal, fungsi sosial dan produktivitas. ODGJ memiliki kemampuan rawat diri yang buruk, interaksi sosial yang kurang dan kemampuan bekerja yang buruk sehingga tidak produktif. Saat ini, penanganan ODGJ tidak hanya bertujuan untuk menyembuhkan gejalanya saja, namun juga bertujuan meningkatkan fungsi dan produktivitasnya. Untuk itu diperlukan upaya rehabilitasi, yang terbukti efektif meningkatkan fungsi personal, sosial dan produktivitas ODGJ. Paguyuban “Gelimas Jiwa (Gerakan Peduli Masyarakat Sehat Jiwa)” merupakan organisasi masyarakat yang bergerak di bidang kesehatan jiwa. “Gelimas Jiwa” beranggotakan kader kesehatan, ODGJ dan keluarganya serta tokoh masyarakat setempat. “Gelimas Jiwa” memiliki program pemberdayaan bagi ODGJ dan keluarga, namun belum optimal. “Gelimas Jiwa” memerlukan pendampingan dan pembinaan agar program pemberdayaan ODGJ lebih terstruktur dan terukur efektivitasnya, sehingga ODGJ tidak hanya pulih dari gejalanya namun juga kembali produktif di masyarakat. Program “Daycare” merupakan program rehabilitasi komprehensif bagi ODGJ yang dilaksanakan di masyarakat. Tujuan program ini adalah meningkatkan keterampilan personal, sosial, keterampilan bekerja bagi ODGJ dan pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas. Peserta adalah 10 ODGJ anggota “Gelimas Jiwa”, berusia 18-50 tahun, fase stabil terkait gangguan jiwanya, minum obat secara rutin, memiliki keluarga sebagai caregiver dan bersedia mengikuti program. Peserta datang setiap dua hari sekali dengan mengikuti kegiatan pembuatan telur asin, latihan membawakan cara dan latihan hadroh, selama 3 bulan. Fungsi personal, sosial dan produktivitas ODGJ diukur di awal program dan setelah program selesai. Luaran dari pengabdian ini adalah adanya kemampuan ODGJ untuk memproduksi telur asin serta memasarkan, mampu membawakan acara dan terbentuk kelompok Hadroh serta peningkatan kapasitas “pengurus Gelimas Jiwa” dalam pendampingan ODGJ. Luaran lain adalah tersusunnya modul program “Daycare”, sebagai acuan bagi paguyuban kesehatan jiwa di masyarakat.

Author Biographies

Shanti Wardaningsih, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Magister Keperawatan, Program Pasca Sarjana

Warih Andan Puspitosari, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Program Studi Pendidikan Dokter, FKIK

References

[1] Whiteford H, Degenhardt L, Rehm J. Global Burden The Global Burden of Mental & Substance Use Disorders Findings from the Global Burden of Disease Study 2010. The Lancet. 2013;382(9904):12.

[2] The American Psychiatric Publishing Textbook of Schizophrenia. Lieberman JA, Stroup TS, Perkins DO, editors. Arlington, VA, US: American Psychiatric Publishing, Inc.; 2006. xvii, 435-xvii, p.

[3] Moore RC, Viglione DJ, Rosenfarb IS, Patterson TL, Mausbach BT. Rorschach measures of cognition relate to everyday and social functioning in schizophrenia. Psychol Assess. 2013;25(1):253-63.

[4] Cyhlarova E. Tackling mental health will be central to white paper on public health. BMJ. 2010;341.

[5] Riset Kesehatan Dasar. Jakarta, Indonesia: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI; 2013.

[6] Marshall M. How effective are different types of daycare services. Copenhagen: WHO Regional Office for Europe (Health Evidence Network report); 2005.
Published
2020-05-12