Pembelajaran PPKn sebagai Perekat Sosial Masyarakat Multikultural dan Edukasi Harmoni Sosial

  • Bambang Sumardjoko Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Harun Joko Prayitno Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Agus Prasetyo Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keywords: pembelajaran PPKn; Perekat social; edukasi harmoni sosial

Abstract

Secara umum tujuan penelitian adalah mengembangkan model
optimalisasi fungsi manajemen dalam pembelajaran PPKn berbasis
kebhinekaan sebagai perekat sosial masyarakat multikultural dan
edukasi harmoni sosial siswa SMA/SMK di kota Surakarta. Namun
secara khusus dalam penulisan ini dimaksudkan untuk
mendeskripsikan (1) bentuk-bentuk perekat sosial masyarakat
multikultural dan edukasi harmoni sosial, (2) praktik manajemen
pembelajaran PPKn, dan (3) kebutuhan optimalisasi manajemen
pembelajaran PPKn berbasis kebhinekaan sebagai perekat sosial
masyarakat multikultural dan edukasi harmoni sosial. Penelitian
dilaksanakan dengan desain research and development. Subjek
penelitian adalah para siswa dan guru PPKn di SMA/SMK kota
Surakarta. Hasil penelitian ini menyatakan sebagai berikut. Pertama,
siswa SMA/SMK Kota Surakarta mewujudkan sikap kebhinnekaan
sebagai perekat sosial dan edukasi harmoni sosial dalam aktivitas di
sekolah dengan bentuk menghargai pendapat, mengakui perbedaan,
ramah dalam pergaulan, dan berfikir positif terhadap perilaku
teman. Kedua, dalam praktik pembelajaran, guru PPKn
melaksanakan instruksi Kurikulum 2013 dengan mempersiapkan
perangkat pembelajaran dan praktik di kelas yang mengacu pada
pendekatan ilmiah. Ketiga, guru PPKn dalam optimalisasi fungsi
manajemen membutuhkan bimbingan dari perguruan tinggi,
tambahan dana, fasilitas, kemudahan mengikuti seminar, dan
pelatihan informasi teknologi (IT).

References

Rosyada, Dede. (2014). “Pendidikan
Multikultural di Indonesia sebuah
Pandangan Konsepsional”. Sosio
Didaktika: Social Science Education
Journal. Vol. I No. 1 2014. Jakarta:
UIN. Hal 1-12.
[2] Azra, A. (2006). “Pancasila dan
Identitas Nasional Indonesia:
Perspektif Multikulturalisme”. Dalam
Restorasi Pancasila: Mendamaikan
Politik Identitas dan Modernitas.
Bogor: Brighten Press.
[3] Adhani, Yuli. (2014). Konsep
Pendidikan Multikultural sebagai
Sarana Alternatif Pencegahan Konflik.
Sosio Didaktika: Social Science
Education Journal. Vol. I No. 1 2014.
Jakarta: UIN. Hal 111-121
[4] Samiyono, David. (2017).
“Membangun Harmoni Sosial: Kajian
Sosiologi Agama tentang Kearifan
Lokal sebagai Modal Dasar Harmoni
Sosial”. Jurnal Sosiologi Walisongo.
Vol 1, No 2. Semarang: Universitas
Islam Negeri Walingoso. Hal 195-206.
[5] Undang-Undang Republik Indonesia
No. 20 Tahun 2003. Sistem Pendidikan
Nasional. Bandung: Citra Umbara.
[6] Budimansyah, Dasim & Suryadi,
Karim. (2008). PPKn dan Masyarakat
Multi-kultural, Prodi PPKn-Sekolah
Pascasarjana–UPI Bandung: Bandung
[7] Samsuri. (2010). Objektivikasi
Pancasila sebagai Modal Sosial Warga
Negara Demokratis dalam Pendidikan
Published
2019-10-21