Budaya Sekolah Unggul SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen

  • Denise Kautsar Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Mohamad Ali Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keywords: Budaya Sekolah, Budaya Sekolah Unggul, SMP Birrul Walidin Muhammadiyah Sragen

Abstract

Latar belakang: Unsur-unsur budaya sekolah unggul yang diterapkan serta merupakan faktor pendukung dan penghambat penerapan budaya sekolah unggul di SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen. Tujuan: mendeskripsikan unsur-unsur budaya sekolah unggul yang diterapkan di SMP Birrul Walidian Muhammadiyah Sragen, dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan budaya sekolah unggul di SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen. Metode: Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang menggunakan studi lapangan di SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari berbagai pihak elemen sekolah. Analisis yang dilakukan dengan metode deduktif yang berangkat dari kejadian- kejadian global atau umum kemudian direduksi menjadi bagian-bagian khusus. Hasil: SMP Birrul Walidain menerapkan budaya sekolah unggul. Unsur- unsur budaya sekolah unggul yang diterapkan antara lain: Akrab-dinamis, keakraban yang terjalin dimulai dari budaya salaman, sharing-sharing, shalat berjama’ah, bertegur sapa ketika bertemu, silaturahmi, dan pertemuan wali santri. Kebersamaan-terampil, yang diwujudkan dalam bentuk kerja sama antar warga sekolah khususnya guru. Guru memiliki keterampilan dalam mengajar seperti keterampilan bertanya, memberikan penguatan, membuka dan menutup pembelajaran, mendesain kelas, serta keterampilan memilih metodologi pembelajaran. Patuh- aktif, diwujudkan dalam sikap disiplin warga sekolah dalam mentaati peraturan sekolah dan kegiatan-kegiatan positif seperti baksos. Inovatif, inovasi sekolah meliputi pembelajaran modern, budaya islami dan berprestasi, dan kelas robotika. Faktor pendukung dalam penerapan budaya sekolah unggul di SMP Birrul Walidain yaitu kepemimpinan yang demokratis, lingkungan sekolah sehat dan rapi, usia guru dan karyawan yang masih muda, hubungan akrab antar warga sekolah, dan etika sopan santun yang berkembang di sekolah. Sedangkan faktor yang menghambat penerapan budaya sekolah unggul adalah sekolah yang masih dalam proses pengembangan, sehingga untuk sarana prasarana masih terbatas.

References

Ali, Mohamad. 2012. Menyemai Pendidikan
Bertaraf Internasional. Yogyakarta:
Suara Muhammadiyah.
-----------------------. 2016. Pertaruhan Sekolah
Model Baru. Solopos.
-----------------------. 2017. Pendidikan
Karakter. Solopos.

Ali, Mohamad dan Istanto. 2018. Manajemen
Sekolah Islam. Surakarta:
Muhammadiyah University Press.
Cepi Safruddin AJ. 2017. “Komponen Budaya
Sekolah Unggul”. Jurnal Kependidikan.
Volume 1 Nomor 2.
Hendrizal. “Menggagas Pengembangan
Budaya Sekolah Unggul”. Universitas
Bung Hatta. Padang.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian
Kuantitatif Kualitatif Dan R&D.
Bandung: Alfabeta
Zamroni. 2011. Dinamika Peningkatan Mutu
Pendidikan.Yogyakarta: Gavin Kalam
Utama.
--------------2016. Kultur Sekolah. Yogyakarta:
Gavin Kalam Utama.
Published
2019-10-21