Terapi Jus Buah untuk Mengatasi Asam Urat pada Lansia di Desa Kedungjati Kecamatan Sempor

  • Barkah Waladani STIKES Muhammadiyah Gombong
  • Irmawan Andri Nugroho STIKES Muhammadiyah Gombong
Keywords: Jus Buah, Kadar Asam Urat, Lansia

Abstract

Asam urat merupakan substansi hasil akhir dari metabolisme purin
dalam tubuh. Asam urat adalah hasil katabolisme purin dibantu oleh
enzim guanase dan xantin oksidase. Asam urat yang berlebihan tidak
akan tertampung dan termetabolisme seluruhnya oleh tubuh, maka akan
terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah yang disebut
hiperurisemia. Pada lansia terjadi proses degeneratif dimana banyak
organ dan beberapa jaringan yang mengalami penurunan fungsi.
Masalah yang sering terjadi adalah peningkatan kadar asam urat baik
yang disebabkan oleh faktor makanan maupun penyakit. Ada beberapa
cara untuk mengatasi kadar asam urat seperti terapi farmakologi dan
non-farmakologi. Terapi non-farmakologi yang disarankan adalah
konsumsi jus buah sirsak, yang memiliki kandungan antioksidan dan
senyawa aktif alkoid untuk menurunkan kadar asam urat. Metode
kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan terkait
kesehatan lansia dalam pencegahan asam urat, pemeriksaan kadar
asam urat dan cara menurunkan kadar asam urat menggunakan terapi
jus buah sirsak yang dilakukan terhadap 53 orang lansia di Desa
Kedungjati Kecamatan Sempor. Kegiatan berjalan dengan lancar
dengan hasil didapatkan pengetahuan lansia tentang penyakit asam urat
meningkat, dibuktikan dengan rata-rata nilai pre-test 60 dan post test 80
(meningkat 20) dan penurunan kadar asam urat dengan rata-rata kadar
asam urat sebelum terapi 7.8 mg/dL menjadi 5.2 mg/dL (menurun 2.6).
Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan pembuatan jadwal rutin cek kadar
asam urat yang bisa dilakukan pada saat posyandu lansia yang
dilaksanakan pada hari rabu minggu ke-3 tiap bulannya, sehingga
diharapkan kualitas hidup lansia akan meningkat. Kesimpulan dari
kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu terdapat penurunan rata-rata
kadar asam urat sebesar 2.6 mg/dL dan peningkatan rata-rata
pengetahuan tentang asam urat sebesar 20.

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kebumen. (2017). Data Sensus Penduduk Kabupaten
Kebumen berdasarkan Umur
Hegner, B. (2010). Gangguan yang terjadi pada usia lanjut (5th ed). Missouri; Mosby
Herdywinoto, S. (2008). Menjaga keseimbangan kualitas hidup para lanjut usia. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Umum
Kusumawati, I. (2016). Pengaruh pemberian buah sirsak terhadap penurunan kadar asam urat.
Yogyakarta: UNISA
McCrudden, I. (2010). Hiperuremia pada pasien di komunitas. Jakarta: Rineka Cipta
Nugroho, A.(2008). Asisten keperawatan: suatu pendekatan proses keperawatan. Jakarta: EGC
Prihatno. (2011). Efektifitas terapi buah pada pasien lansia dengan asam urat. Yogyakarta:
Skripsi
Ristiana, S. (2009). Hubungan pengetahuan, sikap, tindakan sarapan dengan status gizi lansia.
Sumatera Utara: Skripsi USU
Santoso, H., & Ismail, H. (2009). Memahami krisis lanjut usia: uraian medis dan pedagogispastoral.
Jakarta: Gunung Mulia
Stanley, M. & Beare, P. (2007). Buku ajar keperawatan gerontik. Jakarta: EGC Kedokteran
Stocklager, J., & Schaeffer, L. (2007). Buku saku asuhan keperawatan geriatric. Alih Bahasa,
Nike Budhi Subekti. Jakarta: EGC
Tamber, D. (2009). Manifestasi pada lansia dengan gangguan hiperuremia. Yogyakarta: Nuha
Medika
Published
2018-02-21