Penetapan Kadar Protein Pada Belut Sawah (Monopterus albus Zuieuw) Liar Dan Budidaya

  • Sholikhah Deti Andasari STIKES Muhammadiyah Klaten
  • Saifudin Zukhri STIKES Muhammadiyah Klaten
Keywords: Belut budidaya, Belut liar, Protein, Spektrofotometri

Abstract

Belut merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dalam jumlah maupun mutunya. Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Protein mempunyai fungsi khas yaitu membangun serta memelihara sel-sel jaringan tubuh. Tujuan  penelitian  ini memberikan gambaran tentang kadar protein pada belut liar dan belut budidaya. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode observasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah belut yang dibudidaya masyarakat di daerah Polanharjo sebanyak 3 ekor dan belut sawah dari pencari belut yang diperoleh di sawah di daerah Wedi sebanyak 3 ekor. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang dibuat peneliti. Masing-masing sampel diekstraksi terlebih dahulu dengan metode sentrifugasi. Setelah ekstrak protein diperoleh kemudian dihitung kadar proteinnya dengan Spektrofotometri Visibel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar protein yang terkandung pada belut budidaya adalah 0,124% sedangkan kadar protein pada belut liar adalah 0,109%.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar protein pada belut budidaya lebih besar secara signifikan dibandingkan dengan belut liar.

References

Almatsier, S. (2004). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta
Cahyono, B.(2010). Budidaya Belut dan Sidat. Penerbit Pustaka Mina. Jakarta
Day, R. dan A. Underwood, A. L. 2002. Analisis Kimia Kuantitatif. Edisi keenam. Erlangga. Jakarta
Fujiani, T. Efrizal dan Resti Rahayu. (2015). Laju Pertumbuhan Belut Sawah (Monopterus albus Zuiew) dengan Pemberian Berbagai Pakan. Jurnal Biologi Universitas Andalas (J. Bio. UA.) 4(1) – Maret 2015: 50-56 (ISSN : 2303-2162). Padang
Mommsen, T. P., T. W. Moon and E. M. Plisetskaya. (2001). Effects on arginine on pencreatic hormones and hepatic metabolism in rainbow trout. Physiol Biochem Zoo1 (74):668-678.
Rohman, A. (2013). Analisis Komponen Makanan. Graha Ilmu. Yogyakarta
Setiyatwan, H., W. G. Piliang., D. T. H. Sihombing., W. Manalu and A. Anang. (2007). Suplementasi fitase, seng, dan tembaga dalam ransum sebagai stimulan pertumbuhan ayam broiler. Media Peternakan, Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Peternakan 30 (2):139-145.
Suryani, Y. (2000). The Contains of Protein and Lipid Belut Sawah (Monopterus Albas, Zuieuw) At Various Lenght From Seyegan Sleman. JPMS, Edisi Tahun XI, No. 1, Juni 2000.
Winarno, F.G. (1992). Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Published
2018-02-21