Usia, Jenis Kelamin, Kondisi Fisik dan Status Gizi dengan Kemampuan Perawatan Diri pada Anak Tunagrahita

  • Dwi Astuti STIKES Muhammadiyah Kudus
  • I Indanah STIKES Muhammadiyah Kudus
  • Sri Karyati STIKES Muhammadiyah Kudus
Keywords: Perawatan diri, Tunagrahita, Usia, Jenis Kelamin, Kondisi Fisik, Status Gizi

Abstract

Menurut WHO, sebanyak 15% dari penduduk dunia mengalami
gangguan mental dan fisik. Tunagrahita merupakan masalah dunia
di negara berkembang. Usia anak yang lebih tua mempunyai
kemampuan perawatan diri 4,6 kali lebih baik. Kondisi fisik anak
tuna grahita yang tidak memiliki kelemahan motorik 4,7 kali lebih
mampu melakukan perawatan diri. Status gizi yang baik
memudahkan anak tunagrahita melakukan aktivitas fisik yang dapat
menunjang kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
hubungan antara usia, jenis kelamin, kondisi fisik dan status gizi
dengan kemampuan perawatan diri pada anak tunagrahita. Jenis
penelitian korelasi analitik. Metode pendekatan Cross Sectional,
sampel sebanyak 132 responden dari 197 anak Tunagrahita teknik
stratified random sampling. Uji hubungan penelitian menggunakan
Chi Square. Hasil Penelitian didapatkan terdapat ubungan antara
usia dengan kemampuan perawatan diri dengan p.value 0,026 <
0,05. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kemampuan
perawatan diri dengan p.value 0,534 > 0,05. Ada hubungan antara
kondisi fisik dengan kemampuan perawatan diri dengan p.value
0,000 < 0,05. Ada hubungan antara status gizi dengan kemampuan
perawatan diri dengan p.value 0,043 < 0,05. Kesimpulan :.Ada
hubungan antara usia,kondisi fisik dan status gizi kemampuan
perawatan diri pada anak tunagrahita.

References

Almatsier, S. (2012). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Ari Istany dan Rusilanti. (2013). Gizi Terapan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian suatu pendekatan praktek. Cetakan XIII.Jakarta: PT:
Rineka Cipta.
Atika Proverawati. (2010). Obesitas dan Gangguan Perilaku Makan pada Remaja. Yogyakarta:
Nuha Medika
Aziz, H. (2005). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. . Edisi 1 Jakarta: Salemba Medika.
Bertinasari, R. (2010). Hubungan Faktor Pengetahuan dan Psikologis dengan Kemampuan
Merawat Anak Retardasi Mental pada Orang Tua Penderita Retardasi Mental di SLB
Negeri 3 Yogyakarta.
Gunarsa. (2006). Dasar Perkembangan Teori Anak. Jakarta: Gunung Mulia.
Jahja,Y. (2011). Psikologi Perkembangan (edisi 1). Jakarta: Kencana.
Kemenkes, R. (2013). (www.Kemenkes.go.id).
Ling, F. (2008). Self Care Behaviours of School-Agea Children With Heart Disease. Pediatric
Nursing Journals, 34 (2), 131-138.
Lumbantobing. (2006). Anak Dengan Mental Terbelakang. Jakarta: Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia.
Mathur et al. (2007). Dietary Habits and Nutritional Status in Mentally Retarded Children and
adolescent: A study from North Western India. . Department of Dietetics, Goverment
Medical Cllege and Hospital Chandigarth.
McDougall, J. K. (2004). physical health condition and disability among Canadian school-aged
Notoatmodjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Performance and self-perceived motor competence in children with emotional,behavioral, and
pervasive developmental disorder. A Review Developmental Medicine & Child
Neurology, 51 : 501-517.
Rahmawati , D. (2011). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan perawatan diri
anak Tunagrahita di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah.
Rahmawati, T. (2013). Hubungan asupan gizi, aktivitas fisik, dan gangguan makan terhadap
status gizi pada anak dengan disabilitas intelektual di Jakarta.
Sandra, M. (2010). Anak cacat bukan kiamat : Metode pembelajaran dan terapi untuk anak
berkebutuhan khusus. Yogyakarta: Katahati.
Saryono. (2010). Metodologi Penelitian Kebidanan. Jakarta: Nuha Medika.
Schmidt, C. (2003). Mother's perception on self-care in school-aged children with diabetes. Am
J. Maternal Children Nursing, 28 : 362-370.
Soemantri. (2012). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: Refika Aditama.
Soetjiningsih. (2012). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Votroubek, W & , T. (2010). Pediatric home care for nurses: A family-centered approach.
USA: Jones & Bartlett's Publishers.
Widoyoko. (2012). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Widyastuti. (2007). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Posyandu. Semarang:
UNNES.
Wong, D. (2009). Buku ajar keperawatan pediatrik (Agus Sutama, Neti Juniarti,
&H.Y.Kuncara, penerjemah).Volume 1. Edisi 6. Jakarta: EGC Penerbit Buku
Kedokteran children. A national profile. Disability and Rehabilitation Journals , 26 (1),
35-45.
Zakirova-Engstrand, R, G. (2009). The International classification of functioning, disability and
health children and youth (ICF-CY) : Testing its utility in classifying information from
eco-cultural family interviews with ethnically diverse families with children with
disabilities in Kyr. Disability and Rehabilitation Journals, 31 (12) : 1018-1030.
Published
2018-02-21