Manfaat Ice Compress terhadap Penurunan Nyeri Akibat Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) pada Otot Gastrocnemius

  • Dita Mirawati STIKES 'Aisyiyah Surakarta
  • Ari Sapti Mei Leni STIKES 'Aisyiyah Surakarta
Keywords: Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS), Ice compress

Abstract

Banyak remaja saat ini cenderung menjadi
hipokinetik yang akan cepat mengalami kelelahan setelah melakukan
aktivitas fisik karena kondisi kebugaran fisiknya yang kurang prima,
hal ini akan mudah menyebabkan terjadinya gejala Delayed Onset
Muscle Soreness (DOMS). Ada berbagai macam modalitas
fisioterapi, salah satunya berupa terapi dingin yang digunakan untuk
mencegah dan menurunkan nyeri akibat Delayed Onset Muscle
Soreness (DOMS). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh ice
compress terhadap penurunan nyeri akibat Delayed Onset Muscle
Soreness (DOMS). Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif menggunakan metode quasi eksperimental,
dengan rancangan penelitian two groups posttest only with control
design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan
teknik quota sampling dan didapatkan 32 responden penelitian yang
sesuai kriteria inklusi dari total populasi 127 orang. Penelitian ini
dilaksanakan di Laboratorium Fisioterapi STIKES ‘Aisyiyah
Surakarta pada tanggal 23-26 Mei 2017. Hasil: uji analisis post hoc
menggunakan uji mann-whitney antara kelompok ice compress
dengan kelompok kontrol diperoleh p=0,000 talag scale 24 jam,
p=0,000 talag scale 48 jam, dan p=0,000 talag scale 72 jam dengan
keseluruhan nilai p<0,05 yang berarti ice compress berpengaruh
terhadap penurunan nyeri akibat Delayed Onset Muscle Soreness
(DOMS). Kesimpulan: Ice compress dapat menurunkan nyeri akibat
Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) berdasarkan nilai talag
scale 24, 48, dan 72 jam.

References

Arovah, N I. (2016). Fisioterapi Olahraga. Jakarta: EGC.
Giriwiyono, S., & Sidik, D. (2012). Ilmu Faal Olahraga (Fisiologi Olahraga) Fungsi Tubuh
Manusia pada Olahraga untuk Kesehatan dan Prestasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hariyanto. (2010). Jurnal Psikologi Perkembangan Masa Remaja. www.duniaremaja.net .
Diakses 15 Maret 2017.
Krityakiarana, W., Budworn, J., Khajohnanan, C., Suramas, N., & Puritasang, W. (2014). Effect
of Ice Bag, Dinamic Stretching, and Combined Treatments on the Prevention and
Treatment of Delayed Onset Muscle Soreness. International Journal of Physiotherapy
and Research. Vol 2(6): 799-05. ISSN: 2321-1822.
Nuraliyah., Syam, A., & Hendrayati. (2014). Aktivitas Fisik dan Durasi Tidur pada Penderita
Overweight dan Obesitas Mahasiswa Universitas Hasanuddin. Skripsi. Makassar:
Universitas Hasanuddin.
Pointon, M., Duffield, R., & Cannon, J. 2011. Cold Application for Neuromuscular Recovery
Following Intense Lower-Body Exercise. European Journal of Applied Phycology. Volume: 111.PMID: 21445604. https://www.ncbi.nlm.nih.gov. Diakses pada tanggal 9
Juli 2017.
Sellwood, K L., Brukner, P., William, D., Nicol, A., & Hinman, R. (2007). Ice-water Immersion
and Delayed Onset Muscle Soreness: a randomised controlled trial. Br J Sport. DOI:
10.1136.
Tartibian, B., & Azizbeigi, K. (2009). The Effect of Taking Naproxen Drg on the Level of
Perceived Pain and Changes of CPK Serum after Eccentric Exercise. World Journal of
Sport Sciences. Vol 2 (3): 165-170. ISSN: 2078-4724.
Veqar, Z. (2013). Causes and Management of Delayed Onset Muscle Soreness: A Review.
Elixir Human Physio. No 55 (2013) 1305-13211. ISSN: 2229-712X.
Published
2018-02-21