Karsinoma Sel Skuamous In Situ dari Kista Epidermoid Kavum Uterus

  • Yuni Prastyo Kurniati Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keywords: Karsinoma sel skuamous in situ, kavum uteri, kista epidermoid

Abstract

Kelainan kistik pada organ pelvis wanita sering
terjadi. Paling banyak kelainan ini berasal dari ovarium, dengan
gambaran yang sangat bervariasi, mulai dari kista fungsional hingga
suatu malignant. Kista epidermoid biasanya berlokasi pada daerah
kulit sekitar wajah dan leher, sangat jarang ditemukan pada uterus.
Perubahan keganasan pada kista epidermoid sendiri, hanya sekitar
2,2% dengan jenis yang tersering adalah karsinoma sel
skuamous.Tujuan : Melaporkan kasus yang sangat jarang tentang
karsinoma sel skuamous in situ yang tumbuh dari kista epidermoid
kavum uterus. Metode : Pelaporan kasus ini menggunakan pendekatan
studi pustaka ditinjau dari bidang Patologi Anatomi. Hasil : Seorang
wanita usia 74 tahun, multipara, datang dengan diagnosa klinik
kistoma ovarii. Durante operasi didapatkan uterus berbentuk kistik
berisi masa keratin dan cairan mukous. Pada pemeriksaan
histopatologi tampak uterus dengan kavum dilapisi epitel skuamous
kompleks. Rongga kavum berisi masa keratin disertai fokus
karsinoma in situ. Pada dinding uterus terdapat atrofi endometrium
dan penipisan serabut myometrium. Sedangkan komponen ovarium
dan tuba falopii dalam batas normal. Kesimpulan : Kista epidermoid
uteri ini merupakan komplikasi dari inflamasi kronik endoserviks yang
meluas ke endometrium dengan epitel pelapisnya mengalami
perubahan keganasan.

References

Anastasios KV, Alexandra G, Anthony K, Efthimios S.( 2012). Malignant transformation In A
Typical Epidermal Cutaneous Cyst. Journal of Medical Case, vol 3, No 4, August 2012
: 254-256
Fakhir B, Mamouni N, Bouramdane N, Bouchikhi C, Bouguern H, Chaara H.(2009). A Rare
Case of Giant Pelvic Retroperitoneal Epidermoid Cyst. Libyan J Med. 2009; 4: 74 - 6.
Gupta N, Verma GR, Vaiphei K. (2004). Carcinoma in-situ in a tiny epidermal cyst. Indian
Journal of Surgery; Volume 66 Issue 6: 376.
Hanson LJ. (2012). Epidermoid Cyst. Diunduh pada tanggal 25 September 2012 pada pukul
20.40 WIB http://emadicine.medscape.com/article/1061582
Hervas CR, Barroso-Diaz, Teruel MA, Lachen C, Solaun P. (2010). Non ovarian cystic lesion
of the Pelvis. European Society of Radiology. www.my ESR.org. July-august 2010
James V, Lacery Jr, Sherman ME. (2009). Ovarian Neoplasia : Epidemiology dan etiology, in:
Robboy SJ, Mutter GL, Prat J, Bentley RC, Russel P, Anderson MC. Pathology of the
Female Reproductive Tract. Second edition. Churchill Livingstone Elsevier 2009; 23:
601 – 10.
Kim JY, Jung K, Sung NK, Chung DS, Kim OD, Park S.(2002). Cystic Adenomatoid Tumor of
the Uterus. American Journal of Radiology: 179, Oktober 2002: 1068 – 70.
O’Byrne KJ, Dalgleish AG .( 2001). Chronic immune activation and inflammation as the cause
of malignancy. British Journal of Cancer; Cancer Research Campaign . Department of
Oncology, University of Leicester Leicester and Division of Oncology, St George’s
Hospital Medical School, London. http://www.bjcancer.com.
Moyle PL, Kataoka MY, Nakai A, Takahata A, Reinhold C, Sala E. (2010). Non-ovarian Cystic
Lesions of the Pelvis. Radiographics.rsna.org. July-Agustus 2010; 30:921- 8.
Rapini RP.(2005). Cyst, in : Practical Dermatopathology. Elseiver Mosby 2005; 19: 253 -9.
Rosai J and Ackerman’s. (2004). Tumors and tumor like conditions, in : Skin, in: Surgical
Pathology ,volume 1. Mosby; 4: 131-245.
Ziadi S, Trimeche M, Korbi S. (2010). Squamous cell carcinoma arising from an epidermal
inclusions cyst. North American Journal Science. Jan.2010 : 46-47
Published
2018-02-21