Validasi Metode KLT-Densitometri untuk Penetapan Kadar Kurkumin pada Produk Obat Herbal Berbasis Curcuma sp.

  • Dedi Hanwar Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Siti Aisyah Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Andi Suhendi Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keywords: Curcuma domestica, Curcuma xanthorrhiza, KLTDensitometri, Kurkumin, Validasi

Abstract

Kunyit (Curcuma domestica) dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza)
merupakan tanaman yang banyak digunakan untuk produk obat
herbal, yang khasiat utamanya tergantung pada kurkuminoid dan
minyak atsiri. Dengan adanya perkembangan produk-produk obat
bahan alam, maka pengawasan terhadap produk-produk yang
beredar di pasaran perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui validasi metode KLT-Densitometri untuk
penetapan kadar kurkumin pada produk obat herbal yang
mengandung ekstrak kunyit (D1) dan temulawak (D2). Metode KLTDensitometri
untuk analisis kurkumin dilakukan dengan
menggunakan fase gerak kloroform: benzena: metanol (80:15:5) dan
fase diam silika gel GF254. Nilai Rf dari kurkumin yaitu 0,5 yang
dideteksi pada λ maksimal 416 nm. Hasil persen perolehan kembali
untuk parameter akurasi pada sampel berturut-turut yaitu 106,33 ±
2,33% (D1) dan 103,14 ± 2,06 (D2). Sedangkan nilai %RSD pada
penetapan parameter presisi antara dari sampel D1 dan D2 berturutturut
yaitu, 1,39% dan 1,57%, dan pada parameter keterulangan
adalah 1,35% dan 1,78%. Sehingga metode KLT-Densitometri valid
untuk penetapan kadar kurkumin pada produk herbal.

References

Afifah, E. Lentera, T.(2003).Khasiat & Manfaat Temulawak : Rimpang Penyembuh Aneka
Penyakit.Jakarta:AgroMedia Pustaka.
BPOM.(2005).Lampiran Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan RI, Pedoman
Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik.Jakarta:Badan POM RI.
Ferenczi-Fodor, K. Vigh, Z. Nagy-Turak, A. (2001). Validation and Quality Assurance of
Planar Chromatographic Procedures in Pharmaceutical Analysis.Journal of AOAC
International. 84(4):1270-1271.
Forgacs, E. Cserhati, T. (2002). Thin-Layer Chromatography of Natural Pigments: New
Advances. Journal of Liquid Chromatography and Related Technologies. 25(10-
11):1521–1541.
Gantait, A. Barman, T. Mukherjee, P.K. (2011). Validated Method for Estimation of Curcumin
in Turmeric Powder.Indian J Traditional Knowledge. 10: 247-250.
Liang, O.B.Y. Asparton, T.W. Puspa,S. (1985). Beberapa Aspek Isolasi, Identifikasi dan
Penggunaan Komponen-komponen Curcuma xanthorriz Roxb dan Curcuma domestica
Val. In:Prosiding Simposium Nasional Temulawak (p. 85-92). Bandung: Lembaga
Penelitian Universitas Padjadjaran.
Liang, Y.Z. Xie, P. Chan, K.(2004). Quality control of herbal medicines.Journal of
Chromatography B. 812(1-2):53–70.
Mulja, M. Hanwar, D.(2003).Prinsip-prinsip Cara Berlaboratorium yang Baik (Good Laboratory
Practice).Majalah Farmasi Airlangga. 3(2):71-76.
Okuda, T. Ito, H. (2011).Tannins of Constant Structure in Medicinal and Food Plants-
Hydrolyzable Tannins and Polyphenols Related to Tannins.Molecules.16(3):2191-2217.
Pothitirat, W. Gritsanapan, W. (2005).Quantitative Analysis of Curcumin, Demethoxycurcumin
and Bisdemethoxycurcumin in the Crude Curcuminoid Extract from Curcuma longa in
Thailand by TLCDensitometry.Mahidol University Journal of Pharmaceutical
Sciences. 32(1-2):23-30.
Rohman, A. (2012) Analysis of Curcuminoids in Food and Pharmaceutical
Products.International Food Research Journal.19 (1):19-27.
Sudewo, B.(2004).Tanaman Obat Populer Penggempur Aneka Penyakit, Jakarta:Agromedia
Pustaka.
Wardiyati, T. Rinanto, Y. Sunarni, T. Azizah, N. (2010) Identifikasi Hasil dan Kurkumin pada
Cutcuma xanthothiza dan Curcuma domestica Hasil Koleksi di Jawa dan
Madura.Agrivita. 32(1):1-11.
Zhang, J.S. Guan, J. Yang, F.Q. Liu, H.G. Cheng, X.J. Li, S.P.(2008). Qualitative and
Quantitative Analysis of Four Species of Curcuma Rhizomes Using Twice Development
Thin Layer Chromatography.Journal of Pharmaceutical and Biomedical
Analysis.48:1024–1028.
Published
2018-02-21