Efek Antibakteri Fraksi Etil Asetat Daun Salam (Syzygium polianthum [Wight.] Walp.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

  • Listiana Masyita Dewi Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Shella Asfiria Arlita Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keywords: Antibacterial, Bay Leaves, Staphylococcus aureus

Abstract

Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab utama terjadinya infeksi secara global. Staphylococcus aureus mampu menghasilkan enzim β-laktamase yang dapat mengakibatkan resistensi. Daun salam mengandung zat aktif yang memiliki sifat antibakteri seperti tanin, flavonoid, minyak atsiri, dan alkaloid. Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi etil asetat daun salam (Syzygium polianthum [Wight.] Walp.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode: Tiap bakteri dibagi menjadi 5 kelompok, cefazoline sebagai kontrol positif, CMC 1% sebagai kontrol negatif, ekstrak 5%, 10%, dan 20% sebagai kelompok perlakuan. Zona hambat disekitar sumuran diukur menggunakan jangka sorong. Hasil: Zona hambat terhadap Staphylococcus aureus terbentuk pada konsentrasi 5% sebesar 10,5+-0.44 mm, pada konsentrasi 10% sebesar 12,25+- 0,47 mm, dan pada konsentrasi 20% sebesar 16,58+-0,89 mm. Analisis statistik Kruskall Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p=0,00 pada masing-masing bakteri. Kesimpulan: Fraksi daun salam (Syzygium polianthum [Wight.] Walp.) memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan secara statistik terhadap Staphylococcus aureus.

References

[1] Gillaspy A. F, Iandolo J. J, Tang Y. W, & Stratton C. W. Staphylococcus. In Encyclopedia of Microbiology. 2019
[2] Gnanamani A, Hariharan P, & Paul-Satyaseela M. Staphylococcus aureus : Overview of Bacteriology, Clinical Diseases, Epidemiology, Antibiotic Resistance and Therapeutic Approach. In Frontiers in Staphylococcus aureus . 2017.
[3] WHO. Global Antimicrobial Resistance Surveillance System (GLASS) Report. WHO. 2017.
[4] Grace D, Fetsch A. Staphylococcus aureus - a foodborne pathogen: epidemiology, detection, characterization, prevention, and control: an overview. In Staphylococcus aureus . 2018.
[5] Kittl S, Brodard I, Heim D, Andina-Pfister P, & Overesch G. Methicillin-resistant Staphylococcus aureus str. Applied and Environmental Microbiology. 2020.
[6] Tammi A, Apriliani E, & Ramadhian M. R. Potensi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum [Wight.] Walp.) sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus secara In Vitro. J. Agromedicine Unila. 2018; 5(2), p. 562.
[7] Utami P. R. & Ramadhani R. Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum [Wight] Walp) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherecia Coli. Jurnal Ilmiah Pannmed, 2020;15(2)..
[8] Aini S. N, Effendy R. & Widjiastuti I. Konsentrasi Efektif Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight) Terhadap Hambatan Biofilm Enterococcus faecalis. Conservative Dentistry Journal. 2016; 6(2), pp. 87-92.
[9] Ardani Y, Soegianto L, & Wijaya S. Uji Aktivitas Antibakteri dan Antikuorum Sensing Fraksi dari Ekstrak Etanol Daun Salam (Eugenia polyantha Wight.). Jurnal Farmasi Sains dan Terapan, 2013; 1(1), 13–18
[10] Ningtyas R. Uji Antioksidan, Antibakteri Ekstrak Air Daun Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R. M. Smith) Sebagai Pengawet Alami Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus . Skripsi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah, Jakarta. 2010.
Published
2021-05-27