Gambaran Injury Severity Scale Pada Pasien Cedera Kepala Berat

  • Nurul Fatwati Fitriana Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Keywords: Cedera Kepala Berat, Injury Severuty Score, Prognosis

Abstract

Latar Belakang : Pengukuran keparahan trauma menjadi tahap yang sangat penting untuk menetapkan jenis perawatan yang efektif dan membuat evaluasinya lebih mudah. Hampir semua penilaian trauma mencoba menterjemahkan keparahan trauma menjadi skala numeric. ISS mengidentifikasi keparahan trauma berdasarkan jumlah dan jenis trauma pada cedera kepala berat. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran nilai ISS pada pasien cedera kepala berat. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan desain retrospektif. Data diperoleh dengan menggunakan lembar observasi. Rekam medis yang digunakan sebanyak 80. Hasil : Hasil penelitian pada rekam medik pasien cedera kepala berat menunjukkan bahwa mayoritas jenis kelamin mayoritas laki-laki 52 responden (65%), usia ≥40 tahun terdapat 51 responden (63,75%), nilai ISS pada responden yang dikategorikan dalam termasuk nilai ISS ≤15 ada 35 responden (48,8%), dan prognosis dalam 3 hari perawatan, terdapat 53 responden (66,2%) hidup. Sebanyak 7,6% respoden dengan ISS ≤15 mempunyai prognosis buruk (meninggal), dan sebanyak 26,2% (21 responden) dengan ISS ≥15 mempunyai prognosis buruk (meninggal) Kesimpulan : Dari hasil penelitian ini adalah mayoritas pasien cedera kepala berat mempunyai nilai ISS ≥15

References

Arnold, C.D. Faktor-Faktor yang Berhubunga dengan Outcome Pasien Pasca Operasi Hematoma Epidural (EDH). Padang : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. 2013 :
Djaja, S., Widyastuti, R., Tobing, K., Lasut, D., & Irianto, J.. Gambaran Kecelakaan Lalu Lintas Di Indonesia , Tahun 2010-2014 Description of Traffic Accident in Indonesia , Year 2010-2014, 2007,2016 30–42
Ehsaei, M. R., Sarreshtedar, A., Ashraf, H., & Karimiani, E. G. (2014). Trauma Mortality : Using Injury Severity Score ( ISS ) for Survival Prediction in East of Iran, . Razavi International Journal Medicine 2(1), 1–4.
Hemingway, H., Croft, P., Hayden, J. A., Abrams, K., Timmis, A., Briggs, A., … Riley, R. D. Prognosis research strategy ( PROGRESS ) 1 : A, 5595(February), 2013. 1–11. http://doi.org/10.1136/bmj.e5595
Madikain, A. A Clinician’s Guide to the Pathophysiology of Trauma Brain Injury. Indin Journal of Neurotrauma. .2006: 3(1).9-11
Mina, A. A., Knipfer, J. F., Park, D. Y., Bair, H. A., Howells, G. A., & Bendick, P. J. (2002). Intracranial Complications of Preinjury Anticoagulation in Trauma Patients with Head Injury. The Journal Of Trauma. 668–672. http://doi.org/10.1097/01.TA.0000025291.29067.E9
Nasution, S. H. Mild Head Injury. Medula.. Lampung : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. 2014: Vol.2 : 4
Noor, Zairin. Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. Edisi 2. Jakarta : Salemba Medika. 2012
Purling, A., King, L. Graduate Nurses Preparednes for Recognising and Responding to the Deteriorating Patient. Journal of Clinical Nursing. 2012. Vol. 21. No 23-24
Rayvita. Mean Arterial Pressure Post Resusitasi sebagai Prediktor Keluaran Pasien Cedera Otak Traumatik Bert dengan Gambaran CT Scan Cedera Difus. Undergraduate Thesis. 2010. Faculty of Medicine UI.
Reihani H, Pirazghandi H, Bolvardi E, Ebrahimi M, Pishbin E, Ahmadi K, Safdarian M, Saadat S, Movaghar VR. Assessment of mechanism, type and severity of injury in multiple trauma patients: a cross sectional study of a trauma center in Iran, Chinese Journal of Traumatology. doi: 10.1016/j.cjtee.2016.02.004. 2017.
Ratnaningsih. Cedera Kepala Traumatik. 2008. Semarang : Universitas Diponegoro
Salim, C. Sistem Penilaian Trauma. Cermin Dunia Kedokteran 232. 2015: 42(9), 7–9
Sastrodoningrat A.G.. Pemahaman Indikator-Indikator Dini dalam Menentukan Prognosa Cedera Kepala Berat, 2006: Universitas Sumatera Utara.
Schluter, P. J. The Trauma and Injury Severity Score ( TRISS ) revised, 42, 2011: 90–96. http://doi.org/10.1016/j.injury.2010.08.040.
Schoeneberg, C., Schilling, M., Burggraf, M., Fochtmann, U., & Lendemans, S. (2014). Reduction in mortality in severely injured patients following the introduction of the “‘ treatment of patients with severe and multiple injuries ’” guideline of the German society of trauma surgery – a retrospective analysis of a level 1 trauma center ( 2010 – 2012 ). Injury, 45(3), 635–638. http://doi.org/10.1016/j.injury.2013.11.024
Smeltzer, S. C. & Brenda G. B. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah: Brunner Suddarth, Vol. 1, Jakarta: EGC. 2002
Tan, X. X., Clement, N. D., Frink, M., Hildebrand, F., Krettek, C., & Probst, C. Pre-hospital trauma care : A comparison of two healthcare systems. 2002. http://doi.org/10.4103/0972-5229.94421 Wojcik BE, Stein CR, Bagg K, Humphrey RJ, Orosco J. Traumatic brain injury hospitalizations of U.S. Army soldiers deployed to Afghanistan and Iraq. American Journal of Preventive Medicine. 2010;38(1S):S108–S116
Published
2021-05-27