Kajian Kerawanan Tanah Longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo Hulu Tengah

  • Alif Noor Anna Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Kuswaji Dwi Priyono Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • S Suharjo Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Yuli Priyana Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keywords: kerawanan, tanah longsor, DAS Bengawan Solo Hulu Tengah

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu faktor penentu
kondisi sumber daya air di suatu wilayah. Permasalahan kebencanaan
di DAS Bengawan Solo Hulu Tengah seperti banjir, kekeringan, lahan
kritis, dan tanah longsor yang terjadi berdampak pada sektor
sumberdaya air wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah
menganalisis tingkat kerawanan tanah longsor di DAS Bengawan Solo
Hulu Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode survei. Analisis data menggunakan metode skoring berjenjang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan tanah longsor
di daerah penelitian dibagi menjadi 3 kelas, yakni kelas kerawanan
rendah, sedang, dan kelas kerawanan tinggi. Tingkat kerawanan tanah
longsor di daerah penelitian tersebar merata. Kelas kerawanan tanah
longsor rendah terdapat di Sub DAS Pepe dan Sub DAS Wiroko
Temon. Kelas kerawanan tanah longsor sedang tersebar di Sub DAS
Alang Unggahan, Bambang, dan Sub DAS dengkeng. Sementara itu
kelas kerawanan tinggi tersebar di Sub DAS Jlantah Walikun Ds,
Keduang, dan Sub DAS Mungkung.

References

Anna, Alif Noor., Kuswaji, DP., Suharjo. Priyana, Yuli. 2015. Model Pengelolaan Sumberdaya
Air Berbasis Wilayah dalam Menghadapi Perubahan Iklim Global (Global Climate
Change) di DAS Bengawan Solo Hulu. Laporan Penelitian Tahun I. Surakarta:
Fakultas Geografi UMS.
Departemen Kehutanan. 2014. SK Menteri Kehutanan No. SK.328/Menhut-II/2009, Tanggal 12
Juni 2009 menetapkan 108 DAS kritis dengan prioritas penanganan yang dituangkan
dalam RPJM 2010-2014 diakses pada tanggal 18 April 2015 dialamat:
http://www.dephut.go.id
Jacob, A. 2013. Pengelolaan Lahan Alternatif untuk Konservasi Sumberdaya Air di DAS
Batugantung, Kota Ambon. Jurnal Penelitian Agrologia, Vol. 2, No. 1,April 2013, Hal.
25-35. Ambon: Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura.
Martha, Tapas R., Kerle, Norman., Jetten, Victor., Westen, Cees J. Van, K., Kumar, Vinod.
2010. Characterising Spectral, Spatial and Morphometric Properties of Landslides for
Semi-Automatic Detection using Object-Oriented Methods. Elsevier. Geomorphology
116 (2010) 24–36.
Nugroho, J. A., Sukojo, B. M., & Sari, I. L. (2010). Pemetaan Daerah Rawan Longsor Dengan
Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Hutan Lindung
Kabupaten Mojokerto). ITS Library.
Paimin, Sukrisno, Purwanto. 2010. Sidik Cepat Degradasi Sub DAS. Bogor: Balai Penelitian
dan Pengembangan Kehutanan Bogor.
Susetyaningsih, Adi. 2012. Pengaturan Penggunaan Lahan di Daerah Hulu DAS Cimanuk
sebagai upaya Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Air. Jurnal Penelitian Jurnal
STT-Garut Vol. 10 No. 01. Garut: Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Sutikno, dkk. 2001. “Pengelolaan Data Spasial Untuk Penyusunan Sistem Informasi
Penanggulangan Tanah longsor di Kabupaten Kulon Progo Daerah istimewa
Yogyakarta”. Makalah Seminar Dies Fakultas Geografi UGM-ke -38 Tanggal 29
Agustus 2001, Yogyakarta: Fakultas geografi UGM
Published
2018-02-21